Temu Kader Posyandu Bidang Kesehatan : “Memberikan Layanan Primer Terbaik kepada Seluruh Siklus Hidup”

Semarang – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menggelar Temu Kader Bidang Kesehatan (22/07/25) secara hybrid. Menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Ketua TP PKK Jateng, dan 2 narasumber.

Yunita Dyah Suminar, Kadinkes Jateng menyatakan apresiasinya kepada para Kader Posyandu. “Kalau bicara pengabdian, kader posyandu juaranya. Semangatnya luar biasa dalam mengedukasi,” ujarnya. Dilanjutkan dengan pesan “Di era ini harus lebih semangat lagi. Jaman berubah, teknologi begutu hebat, pengaruh informasi semakin cepat, maka perlu pola dan pendekatan yang berbeda”, lanjutnya.

Hj. Nawal Arafah selaku Tim Penggerak PKK Jateng menyatakan bahwa tantangan saat ini belum sampai 50% anak mau ke posyandu. “Tingkatkan kepercayaan masyarakat kepada kader posyandu. Tingkatkan kompetensi diri kader, skill dan pengetahuan. Lalu, sambung dengan hati”, pesannya.

dr. Tan Shot Yen, pakar gizi masyarakat memotivasi para kader bahwa stunting bisa dicegah, asal kita tidak lengah. “5 pintu keluar dari stunting: literasi, edukasi, sanitasi, imunisasi dan perencanaan ekonomi. Karena stunting tidak hanya tentang gizi,” terangnya.

Posyandu bidang kesehatan adalah layanan kesehatan terdekat dengan masyarakat yang melayani seluruh sasaran sesuai siklus hidup. Mari kita bangun bersama layanan primer ini agar menjadi kepercayaan masyarakat.

(Humas Dinkes Prov, 23/7)

Verifikasi Lapangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kategori Paripurna

Sobat sehat, pada tanggal 23-25 juni 2025 tim Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mendampingi Tim Verifikasi STBM tingkat pusat melaksanakan Verifikasi Lapangan STBM kategori paripurna di Kabupaten Boyolali, Klaten dan Sragen.

Bapak Faisal dari MUI selaku ketua tim bersama Bapak Fakhry dari Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan mengunjungi Lokus Implementasi 5 pilar STBM. Dalam kunjungannya pak Faisal berpesan untuk peningkatan peran seŕta masyarakat dan PKK dalam keberlanjutan STBM, pelibatan aktif wirausaha sanitasi / wusan dan juga progran baznas dalam menunjang program sanitasi di daerah.

Semoga seluruh kabupaten yang diverifikasi dapat lolos mendapatkan STBM Award Paripurna.

Salam STBM, lebih bersih lebih sehat!

(Humas Dinkes Prov, 26/6)

Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang Dicanangkan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Telah Menyasar 152 Desa di 32 Kabupaten/Kota. 17.900 Orang yang Ikut Memeriksakan Diri Dalam Program Speling dan Sebanyak 3,8 Juta Jiwa Ikut Dalam Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Program Speling merupakan skrining kesehatan ditambah layanan dokter spesialis hingga rujukan. Sementara CKG hanya sebatas skrining. Layanan ini tanpa biaya atau gratis.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar menjelaskan target jumlah desa sasaran Speling sebanyak 1278 setahun (Maret 2025-2026) dan saat ini sudah terealisasi di 152 desa.

la optimistis program tersebut bisa mencapai target karena Pemprov Jateng bekerja sama dengan 361 rumah sakit pemerintah maupun swasta. “CKG Jateng 3.8 juta jiwa itu terbesar di Indonesia. Kalau Speling, Pak Gubemar sebenarnya menargetkan 70 desa di 105 hari menjabat. Tapi pada waktu yang sama sudah mencapa 152 desa dari target kami 1.278 desa,” ujar Yunita, Senin (23/6).

Dia menambahkan, desa prioritas Speling adalah yang masuk kategori miskin. Sejauh ini, masyarakat antusias untuk memanfaatkan kehadiran dokter spesialis tersebut.

Dari 152 desa tersebut, penyakit yang mendominasi berbeda-beda. Misal, warga di sekitar wilayah terdampak rob maka penyakit paling banyak adalah kulit seperti gatal-gatal. Namun di wilayah lain yang pola makan atau gaya hidup kurang bagus maka didominasi hipertensi, gula hingga kolesterol.

Yunita mengatakan, Speling dan CKG berjalan beriringan. Lantaran CKG merupakan program pemerintah pusat, maka untuk menyosialisasikan keduanya, pihaknya turut menyebar informasi jadwal Speling, waktu dan lokasinya.

Disebutkan, jadwal Speling pada 24 Juni 2025 di Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara. Kemudian Desa Kedungboto. Limbangan (Kendal). Desa Kemusu (Boyolali). Desa Sidorejo (Rembang), Desa Jembangan (banjarnegara). Desa Cikura (Kabupaten Tegal) dan Kelurahan Panjang Wetan (Kota Pekalongan).

Jadwal selengkapnya bisa dilihat di akun instagram Dinas Kesehatan Jawa Tengah @dinkesjateng_prov. Penerima manfaat Speling ini, lanjut-nya, tak hanya masyarakat semata. Dokter Puskesmas juga mendapatkan transfer ilmu dari para dokter spesialis. (ekd-25)

(Humas Dinkes Prov, 26/6)

1 29 30 31 32 33 129
× Chat Kami