Author Archives: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah

Penandatanganan Kerjasama Dengan CHAI Indonesia Dalam Program Imunisasi dan Assitive Technology Alat Bantu Untuk Disabilitas

Rabu, 5 Februari 2025 dilakukan Penandatanganan kerjasama dengan CHAI Indonesia. Kerja sama ini berfokus pada Pelaksanaan Program Imunisasi dan Program AT (Assiftive Tecnology) / alat bantu untuk disabilitas. Kepala Dinas Kesehatan Prov. Jawa Tengah didampingi oleh Kepala Bidang P2P dan dari CHAI diwakili oleh Siti Meilan Simbolon, M.Kep dan I Gede Bayu Eka Putra Wibowo berdiskusi dan dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen kerja sama.

(Humas Dinkes Prov, 6/2)

Deteksi dini TBC, PAIJO-GR Luncurkan Fitur Baru

TBC atau Tuberkulosis adalah sebuah penyakit yang menyerang organ tubuh bagian paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Selain itu, bakteri ini juga tidak hanya menginfeksi paru-paru, tetapi juga bagian tubuh lain seperti ginjal, tulang, sendi, kelenjar getah bening, atau selaput otak, kondisi ini disebut dengan TB ekstra paru.

Indonesia sendiri, merupakan negara dengan kedudukan no 3 dengan kasus TBC tertinggi di dunia. Kedudukan tersebut berada pada urutan setelah India dan juga Cina. Pengobatan dari penyakit ini membutuhkan waktu yang cukup lama dengan penggunaan aturan

Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih memiliki 8 Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC)/Quick Win, dimana salah satu diantaranya adalah Akselerasi dari Pengentasan kasus  Tuberculosis. TB perlu dipastikan untuk bisa ditemukan/diidentifikasi, discreening, didiagnosa oleh tenaga kesehatan, dan diselesaikan pengobatannya oleh seluruh penderita.

Mempersiapkan hal tersebut, November 2024 lalu Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah telah melaunching fitur baru di Aplikasi Paijo GR yaitu Screening TBC.

Deteksi dini TBC melalui Fitur Baru Paijo GR

Paijo GR merupakan aplikasi yang dibuat untuk meningkatkan layanan kesehatan dan informasi kesehatan di provinsi Jawa Tengah. Skrining TBC sebagai fitur baru di Aplikasi Paijo GR memberikan layanan skrining yang dapat dilakukan secara mandiri untuk mendeteksi adanya gejala TBC.

Jika, Sobat Sehat mengalami gejala TBC lakukanlah skrining TBC pada aplikasi PAIJO GR. Manakala hasil dari skrining menjurus pada suspect TB, Sobat Sehat akan diarahkan oleh aplikasi ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan diagnosa yang lebih adekuat. Ketika diagnosa telah ditegakkan, data TB tersebut akan muncul pada fiturs Peta Sebaran pada Aplikasi Paijo GR. Dengan diagnosa yang adekuat pula, proses pengobatan dapat segera dilakukan dan mempercepat kesembuhan penderita TBC jika dilakukan dengan disiplin.  

Lalu, Gejala TBC apa saja yang dirasakan?

·           Batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, bisa disertai dahak atau darah

·          Demam yang tidak terlalu tinggi, terutama di malam hari, disertai keringat berlebihan

·           Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas

·           Penurunan selera makan yang drastis

·           Kelelahan yang berkepanjangan

Cara Penggunaan Fitur Skrining TBC di Paijo-GR

Jika, Sobat Sehat merasakan gejala di atas, segera lakukan skrining TBC di aplikasi PAIJO GR. Caranya sebagai berikut:

1.      Unduh Aplikasi PAIJO GR di Playstore

2.      Daftarkan diri Anda pada PAIJO GR dengan mengisi nama serta NIK

3.      Pilih fitur Skrining TBC

4.      Isi data diri Anda

5.      Memilih keluhan yang dirasakan

6.      Kemudian Anda akan ditunjukkan apakah “Terdeteksi” atau “Tidak Terdeteksi”

7.      Jika Anda “Terdeteksi” maka akan diarahkan ke fasiitas kesehatan yang tersedia di domisili masing masing.

8.      Kemudian akan dilakukan penanganan di fasilitas kesehatan tersebut.

Mudah bukan? Yuk unduh aplikasi PAIJO GR, dan kenali sejak dini gejala TBC yang dirasakan.


(Humas Dinkes Prov, 4/2)

Kontribusi Dinkes Jateng dalam Mengawasi Tes CAT Calon Tenaga Kesehatan Haji 2025

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengawasi berjalannya Tes Computer Assisted Test (CAT) terhadap peserta calon tenaga kesehatan haji 2025. Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian seleksi pemilihan tenaga kesehatan haji pada tahun 2025, pada Kamis 16 Januari 2024.

Proses CAT dilaksanakan melalui dua device. Device pertama ditujukkan untuk pelaksanaan tes itu sendiri, sedangkan device kedua ditunjukkan sebagai media zoom yang secara langsung dapat mengawasi keberjalanan peserta mengerjakan tes.

“Dengan dilakukan monitoring ini untuk menghindari adanya kecurangan, dan memastikan seluruh peserta menaati peraturan, ” ujar (jabatan) Tri Dewi Kristini, SKM, M Kes.

Dewi yang turut mengawasi, menyampaikan sebanyak 15 petugas dinkes memonitoring pelaksanaan tes, tata tertib, dan kepatuhan dari peserta. Sementara itu kegiatan berlangsung di dalam dua sesi, sesi pertama diikuti oleh 220 dokter, dan sesi kedua diikuti oleh 550 perawat.

Dewi juga menyampaikan untuk tetap semangat kepada peserta calon petugas kesehatan haji 2025, karena tahapan seleksi masih panjang. Pada keberjalanannya, proses seleksi ini akan secara konsisten mengamati dan juga memahami komitmen yang dimiliki oleh masing-masing calon tenaga kesehatan haji.

“Haji itu bonus, dan nanti yang terpilih harus melakukan tugas kesehatan dengan baik, Harapannya, proses seleksi ini dapat melahirkan tenaga kesehatan haji yang kompeten, serta loyal di dalam menjalankan tugas dan kewajibannya nanti,” ucapnya. (Humas Dinkes Prov, 4/2)

1 42 43 44 45 46 129
× Chat Kami