Selamat datang di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah   Click to listen highlighted text! Selamat datang di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah

Rakerkesda Provinsi Jateng 2023 : Penguatan Transformasi Layanan Rujukan

Sukoharjo-Selama tiga hari Rapat Kerja Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023 mengusung tema Rencana Aksi Penguatan Transformasi Layanan Rujukan di Jawa Tengah yang dilaksanakan di Grand Mercure Solo Baru.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, mengatakan Rakerkesda 2023 dilaksanakan pada hari Rabu hingga Jumat (31/3/2023). Jumlah peserta yang mengikuti Rakerkesda sebanyak 300 orang peserta meliputi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Rumah Sakit Daerah, Organisasi Profesi hingga mitra.  Dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah Tahun 2023 di Provinsi Jawa Tengah bertujuan untuk Diseminasi informasi mengenai: 1) Pemenuhan sumber daya spesialis melalui sistem pendidikan Hospital Based 2) Peran Pembina Wilayah (Binwil) Kementerian Kesehatan RI dalam implementasi Transformasi Layanan Kesehatan di Jawa Tengah 3) Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi 4) Peran Dinas Kesehatan dalam Sistem Zonasi dan Distribusi Kepesertaan BPJS 5) Peran BPJS dalam Implementasi Regulasi Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi 6) Peran Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Daerah Provinsi Jawa Tengah dalam Upaya Penurunan AKI dan Stunting 7) Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 dalam perspektif Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) 8) Kesiapan Rumah Saki Provinsi Jawa Tengah dalam Transformasi Layanan Rujukan 9) Roadmap Digitalisasi Rumah Sakit

Dalam arahannya saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah 2023  pada hari Rabu, 29 Maret 2023, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyampaikan bahwa integrasi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari rumah sakit, puskesmas atau klinik atau yang lainnya dan saling terkoneksi dengan rumah sakit rujukan supaya lebih mudah lagi dalam berkomunikasi. Selain itu beliau menambahkan pentingnya digitalisasi dalam memudahkan masyarakat mengakses layanan dan informasi kesehatan.

Dalam kegiatan tsb, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha hadir dan mengajak pemerintah daerah untuk memperkuat layanan kesehatan dasar di Puskesmas dan Posyandu.  Ditegaskan bahwa penguatan Puskesmas dan Posyandu bertujuan untuk mengatasi masalah kesehatan di Indonesia seperti stunting.

Selain itu disampaikan kesuksesan dalam mengatasi covid merupakan kerja bersama kolaborasi yang luar biasa, sinergi merupakan salah satu tujuan dalam melakukan pembinaan wilayah.

Pada hari ke-3 Jumat (31/3), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin hadir dan berdiskusi dengan peserta mengenai  distribusi jumlah dokter spesialis yang tidak seimbang dengan jumlah penduduk dan pemerataannya .

Disebutkan bahwa produksi dokter spesialis di Indonesia perlu didorong melalui peningkatan jumlah ketersediaan serta distribusi yang merata. Pendidikan dokter spesialis juga akan lebih didesentralisasi yakni melalui rumah sakit yang ada di daerah setingkat Kapubaten/Kota.

Rencananya, nanti akan menyesuaikan dengan kebutuhan dokter spesialis di daerah tersebut. Contohnya untuk daerah yang penduduknya didominasi oleh lansia, maka pemenuhan kebutuhan dokter-dokter spesialis akan diprioritaskan oleh spesialis geriatri, spesialis penyakit dalam, kanker, jantung, dan lain sebagainya.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

× Chat Kami
Click to listen highlighted text!